Andalan

Tipe Data C++ , Deklarasi Fungsi/Method pada C++ , Macam-maca Library pada C++,Pengertian Object Oriented Programing.

1. Tipe Data C++

Boolean bool

Boolean adalah salah satu tipe data yang dapat memiliki nilai dari dua pilihan yaitu True1 atau False 0 . Tipe data ini biasanya digunakan untuk memberikan dan memastikan kebenaran dari sebuah operasi atau kondisi program.

Baca :   Perulangan (Bagian 1) – for

Bentuk penulisan

1 bool daftar_variabel = inisialisasi;

Contoh penulisan

1 bool pilihan=0; // Contoh mendirikan variable Boolean dengan inisialisasi 0 = false

Contoh program

#include <iostream>
using namespace std;  
int main()
{     int angka;
//Tipe data Integer untuk menyimpan data bersifat bilangan bulat     bool hasil = true;
//Tipe data Boolean yang mempunyai nilai awal true ( 1 )     
  cout<<“Masukan angka = “;cin>>angka;
//Input Bilangan bulat ke variabel “angka”       hasil = angka > 10;     
//variabel “hasil” akan menyimpan nilai kondisi dari variabel “angka” > 10.   
  cout<<hasil; //jika kondisi True maka akan tertulis angka 1 atau 0 jika kondisi False.
    return 0; }

Character char

Char adalah salah satu tipe data sembarang huruf, angka, dan simbol. Yang memungkinkan kita untuk memesan memori yang dapat menyimpan nilai dalam bentuk karakter tunggal seperti ‘a’, ‘$’ dan lain-lain.

Bentuk penulisan

1 char nama_variabel = inisialisasi ;

Contoh penulisan

1 char grade = ‘a’;

Contoh program

#include <iostream>
using namespace std;  
int main()
{     char x=’A’; //Variabel Char hanya dapat memuat satu karakter.  
    cout<<“Masukan kelas = “;
cin>>x; //Jika anda memasukan karakter lebih dari satu maka variabel “x” hanya akan mengambil satu karakter pertama.     
cout<<endl<<“Yang anda masukan adalah “<<endl<<x;       return 0; }

Integer int

Integer adalah salah satu tipe data numerik yang memungkinakn kita untuk menyimpan data dalam bentuk bilangan bulat.

Bentuk penulisan

1 int daftar_variabel = inisialisasi;

Contoh penulisan

1 int bilangan = 10;

Contoh program

#include <iostream>
using namespace std;  
int main()
{     int bilangan = 0, hasil=0;    
   cout<<“Masukan angka = “;
cin>>bilangan;    
 hasil = bilangan * 2;    
 cout<<“Hasil dari “<<bilangan<<” X 2 adalah “<<hasil;     
  return 0;
}

Float Point float

Float adalah salah satu tipe data Numerik yang memungkinkan untuk menyimpan nilai dalam memori bersifat bilangan pecahan atau real, maupun eksponensial.

Bentuk penulisan

1 float daftar_variabel = inisialisasi;

Contoh penulisan

1 float p=3,14;

Contoh Program

#include <iostream>
using namespace std;  
int main(){    
 float jari, hasil ;
    const float p=3.14; //variabel konstanta  
    cout<<“Masukan Jumlah jari-jari = “;
cin>>jari;     
hasil = (jari * p)*2; //disini kita menggunakan variabel
float     //karena hasil dari penghitungan lingkaran biasanya berbentuk bilangan pecahan     cout<<“Keliling dari Lingkaran adalah “<<hasil;      
 return 0; }

Double Floating Point double

Double sama seperti float adalah salah satu tipe data yang bersifat menyatakan bilangan pecahan atau real, maupun eksponensial. Bedanya adalah penyimpanan angka masimal lebih besar daripada float, otomatis double juga akan membutuhkan memori yang lebih besar.

Baca :   Pengertian Parameter

Bentuk penulisan

1 double daftar_variabel = inisialisasi;

Contoh penulisan

1 double angka = 3.14;

Contoh program

#include <iostream>
using namespace std;
  int main()
{     double jari, hasil ;
    const double p=3.14;  
    cout<<“Masukan Jumlah jari-jari = “;
cin>>jari;    
 hasil = jari*(jari * p);
    cout<<“Luas dari lingkaran 3.14 X “<<jari<<” X “<<jari<<” adalah “<<hasil;
      return 0;
}

String string

Merupakan tipe data Text yang memungkinkan kita menyimpan nilai dengan bentuk text, kumpulan dari karakter.

Bentuk penulisan

1 string daftar_variabel = inisialisasi;

Bentuk penulisan

1 string kalimat = ”Selamat Belajar Di belajarcpp.com” ;

Contoh Program

#include <iostream>
using namespace std;  
int main()
{     string pesan = “Selamat Belajar Di belajarcpp.com”, kalimat = “”;  
    cout<<pesan<<endl;  
  getline(cin,kalimat); //Fungsi input agar dapat membaca kalimat panjang dan yang menggunakan spasi.
    cout<<kalimat<<endl;  
    return 0;
}

Valueless void

void adalah salah satu tipe data yang berarti “tidak ada” atau “tidak mempunyai tipe data”. Void masih di dalam katagori tipe data tetapi kita tidak bisa menggunakanya pada variabel biasa.

void biasanya digunakan pada function yang tidak mempunyai return value void myFunction(), pada function parameter yang tidak mempunyai parameter void myfunction(void) dan pada pointer void *myPointer;.

2. Deklasasi Fungsi / Method pada C++

Berikut cara mendeklarasikan fungsi atau method pada bahasa C++:

return_type nama_method ( daftar parameter) {  blok pernyataan;}

Ada dua jenis method dalam pemrograman C+:

  • Method Return – Memiliki nilai kembali, contoh: int (sama seperti fungsi).
  • Method Void – Tanpa memiliki nilai kembalian (sama seperti prosedur).

(Silahkan baca: Perbedaan prosedur dan fungsi)

#1 Method Tanpa Return Value

Method Void – fungsi yang tidak memiliki nilai kembalian, maka dari itu penggunaan prosedur selalu menggunakan void karena void tidaklah mengembalikan nilai.

(Silahkan baca: Macam-macam tipe data dalam bahasa pemrograman C++)

Tujuan dari penggunaan prosedur atau method void salah satunya adalah untuk mendefinisikan masing – masing tugas. Berikut ini contoh prosedur pada C++:

#include <iostream>
using namespace std;
void LuasPersegi()
{
int panjang,lebar;
cout << "Masukkan panjang: "; cin >> panjang;
cout << "Masukkan lebar: "; cin >> lebar;
cout<<"Luas persegi: " << panjang*lebar;
}
int main()
{
LuasPersegi();
return 0;
}

#2 Method dengan Return value

Fungsi adalah subprogram yang akan mengolah data dan mengembalikan nilai (return value). Silahkan perhatikan program fungsi pada kode C++ berikut ini:

#include <iostream>
using namespace std;
int LuasPersegi (int p, int l)
{
int luas;
luas = p*l;
return luas;
}
int main()
{
   int a,b;
cout << "masukkan panjang: "; cin >> a;
cout << "masukkan lebar: "; cin >> b;
cout << "Luas Persegi: " << LuasPersegi(a,b);
return 0;
}

Catatan: penggunaan parameter dalam prosedur boleh dikosongkan, sedangkan dalam sebuah fungsi kita harus menggunakan parameter dalam penggunaannya.3

3. Macam-macam Library pada C++

Hello guys!


Kali ini kita akan membahas beberapa macam Library pada C++ dan fungsinya, ok tanpa basi-basi mari kita mulai 

  1. iostreamDigunakan untuk menampilkan perintah:
    1. cin
      Fungsi masukan yang digunakan untuk memasukkan data ke suatu variabel. Bentuk umumnya cin>>x;
    2. cout
      Fungsi keluaran yang digunakan untuk menampilkan data ataupun tulisan. Bentuk umumnya cout<<“tulisan”;
    3. endl
      Digunakan untuk pindah baris atau enter.  Bentuk umumnya cout<<“tulisan”<<endl;
    4. ends
      Fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null (nilai ASCII NOL) ke deretan suatu karakter. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter ke file di disk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.
  2. conio.h
    Digunakan untuk menampilkan perintah:
    1. getch
      Berfungsi untuk menahan tampilan. Bentuknya umumnya getch();
    2. clrscr
      Berfungsi untuk membersihkan layar. Bentuk umumnya clrscr;
    3. getche
      Fungsi yang dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar.
    4. putch
      Akan menampilkan karakter ASCII dari nilai x ke layer monitor tanpa memindahkan letak kursor ke baris berikutnya.
    5. clreol
      Fungsi ini digunakan untuk membersihkan layar mulai dari posisi kursor hingga kolom terakhir, posisi kursor tiak berubah.
    6. gotoxy
      Fungsi gotoxy digunakan untuk memindahkan kursor ke kolom x, baris y.
    7. wherex
      Fungsi wherex digunakan untuk mengembalikan posisi kolom kursor.
    8. wherey
      Fungsi wherey digunakan untuk mengembalikan posisi baris kursor.
    9. window
      Fungsi window digunakan untuk mendefinisikan sebuah window berdasarkan koordinat kiri atas dan kanan bawah.
  3. stdio.h
    Digunakan untuk menampilkan perintah:
    1. printf
      Merupakan fungsi keluaran. Bentuk umumnya printf (“tulisan”);
    2. scanf
      Merupakan fungsi masukan. Bentuk umumnya scanf (“%c”, &karakter);
    3. gets
      Fungsi inputan yang bisa membaca spasi. Bentuk umumnya gets(var x)P

4. Pengertian Object Oriented Programing

Object-Oriented Programming (OOP) adalah sebuah pendekatan untuk pengembangan / development suatu software dimana dalam struktur software tersebut didasarkan kepada interaksi object dalam penyelesaian suatu proses/tugas. Interaksi tersebut mengambil form dari pesan-pesan dan mengirimkannya kembali antar object tersebut. Object akan merespon pesan tersebut menjadi sebuah tindakan /action atau metode.

OOP adalah paradigma pemrograman yang cukup dominan saat ini, karena mampu memberikan solusi kaidah pemrograman modern. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa pemrograman prosedural sudah tidak layak lagi .

OOP diciptakan karena dirasakan masih adanya keterbatasan pada bahasa pemrograman tradisional. Konsep dari OOP sendiri adalah, semua pemecahan masalah dibagi ke dalam objek. Contoh, ketika kamu mencetak sebuah halaman diword processor, kamu berarti melakukan inisialisasi tindakan dengan mengklik tombol printer. Kemudian kamu hanya menunggu respon apakah job tersebut sukses atau gagal, sedangkan proses terjadi internal tanpa kita ketahui. Tentunya setelah kamu menekan tombol printer, maka secara simultan object tombol tersebut berinteraksi dengan object printer untuk menyelesaikan job tersebut.

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

KONSEP DASAR AUDIT TSI DAN JENIS AUDIT TSI

  1.  Definisi Audit Teknologi Sistem Informasi

Sebuah Audit adalah pemeriksaan sistematis dan obyektif terhadap satu atau lebih aspek dari suatu organisasi yang membandingkan apa yang dilakukan organisasi dengan seperangkat kriteria atau persyaratan yang ditetapkan. Audit teknologi informasi (TI) memeriksa proses, Aset TI, dan kontrol di berbagai tingkatan dalam organisasi untuk menentukan sejauh mana organisasi mematuhi standar atau persyaratan yang berlaku. Secara virtual, semua organisasi menggunakan TI untuk mendukung operasi dan pencapaian mereka misi dan tujuan bisnis mereka. Ini memberi organisasi kepentingan pribadi dalam memastikan bahwa penggunaan TI mereka efektif, bahwa sistem dan proses TI beroperasi sebagaimana mestinya dimaksudkan, dan bahwa aset TI dan sumber daya lainnya dialokasikan secara efisien dan dilindungi dengan tepat. Audit TI membantu organisasi memahami, menilai, dan meningkatkan penggunaan kontrol mereka untuk melindungi TI, mengukur dan memperbaiki kinerja, dan mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan. Audit TI terdiri dari penggunaan audit formal metodologi untuk memeriksa proses, kemampuan, dan aset khusus TI serta mereka peran dalam memungkinkan proses bisnis organisasi. Audit TI juga membahas TI komponen atau kapabilitas yang mendukung domain lain yang tunduk pada audit, seperti manajemen keuangan dan akuntansi, kinerja operasional, jaminan kualitas, dan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (GRC).

Audit sering didefinisikan sebagai pemeriksaan, inspeksi, atau peninjauan independen. Sementara istilah tersebut berlaku untuk evaluasi dari banyak subjek yang berbeda, penggunaan yang paling sering adalah sehubungan dengan pemeriksaan laporan keuangan organisasi atau akun. Berbeda dengan definisi kamus konvensional dan fokus pada sumber konotasi akuntansi audit, definisi yang digunakan oleh badan standar audit cakupan luas dan dalam konteks audit TI tidak membatasi atau menganggap subjek yang diterapkan audit. Misalnya, Organisasi Internasional untuk Pedoman standardisasi (ISO) tentang audit menggunakan istilah audit yang berarti “proses sistematis, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit tersebut terpenuhi ”dan glosarium Perpustakaan Infrastruktur Teknologi Informasi (ITIL) mendefinisikan audit sebagai “inspeksi dan verifikasi formal untuk memeriksa apakah standar atau seperangkat pedoman diikuti, bahwa catatan akurat, atau efisiensi dan target efektivitas terpenuhi. ” Penafsiran umum seperti itu sangat cocok untuk audit TI, yang terdiri dari berbagai standar, persyaratan, dan lainnya kriteria audit yang sesuai dengan proses, sistem, teknologi, atau seluruh organisasi yang tunduk pada audit TI.

  1.  Jenis – jenis Audit dan Ruang Lingkup Audit TSI
  1. Audit Internal

Tujuan dan ruang lingkup audit TI, dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakannya, berbeda secara signifikan untuk audit internal dibandingkan dengan audit eksternal. Institut untuk Auditor Internal memasukkan definisi formal dari audit internal sebagai bagian darinya Kerangka Kerja Praktik Profesional Internasional (IPPF): “Audit internal adalah sebuah independen, jaminan objektif dan aktivitas konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Ini membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola ”[1].

  1. Audit Eksternal

Dua karakteristik utama yang membedakan audit eksternal dari audit internal: audit eksternal dilakukan oleh auditor luar dan firma audit; dan standarnya, persyaratan, atau kriteria audit lain yang digunakan dalam audit eksternal didefinisikan di luar organisasi yang diaudit. Beberapa badan standar dan asosiasi profesional membagi lebih lanjut audit eksternal menjadi audit pihak kedua dan pihak ketiga, yang pertama dilakukan oleh pelanggan atau pemasok atau orang lain yang berkepentingan dalam operasi organisasi subjek dan yang terakhir dilakukan oleh organisasi independen dengan tidak ada kepentingan langsung dalam organisasi yang menjalani audit.

  1.  Jenis – Jenis Kontrol dan Audit Teknologi Sistem Informasi
  1. Jenis – Jenis Kontrol

Kontrol adalah pusatnya elemen manajemen TI, didefinisikan dan direferensikan melalui standar, pedoman, metodologi, dan kerangka kerja yang menangani proses bisnis; pengiriman layanan dan pengelolaan; desain, implementasi, dan pengoperasian sistem informasi; informasi keamanan; dan tata kelola TI. Sumber terkemuka tata kelola TI dan audit TI pedoman membedakan antara pengendalian internal dan pengendalian internal. Panitia dari Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) mendefinisikan pengendalian internal sebagai proses “yang dirancang untuk memberikan jaminan yang wajar mengenai pencapaian tujuan ”termasuk efektivitas dan efisiensi operasional, pelaporan yang andal, dan kepatuhan hukum dan peraturan.

  1. Kontrol berdasarkan tujuan

Kategori berbasis tujuan termasuk pencegahan, detektif, dan kontrol korektif, di mana organisasi menggunakan kontrol pencegahan mencoba untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan atau tidak diinginkan terjadi, detektif control menemukan kapan hal-hal seperti itu telah terjadi, dan kontrol korektif untuk merespons atau pulih setelah kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

  • Kontrol berdasarkan fungsi

Kontrol berdasarkan fungsi menjadi jenis pengendalian administratif, teknis, dan fisik, seperti yang diilustrasikan pada Gambar 1.1. Pengendalian administratif meliputi kebijakan organisasi, prosedur, dan rencana itu.

Gambar 1.1. Ilustrasi Kontrol

  1. Audit Teknologi Sistem Informasi
  1. Financial Audit

Audit keuangan terutama membahas praktik akuntansi dan kepatuhan persyaratan pelaporan keuangan dari berbagai jenis organisasi, terutama perusahaan yang menerbitkan sekuritas untuk dipertukarkan di pasar publik dan organisasi swasta atau nonprofit yang tunduk pada persyaratan hukum atau peraturan tentang manajemen keuangan. Jenis audit ini telah lama difokuskan tidak hanya pada informasi keuangan apa yang dicatat dan dilaporkan oleh organisasi, tetapi juga bagaimana organisasi menjaga kelengkapan, keakuratan, dan integritas informasi itu.

  • Operational Audit

Audit operasional memeriksa praktik manajemen serta proses dan prosedur operasional untuk menentukan seberapa efektif atau efisien organisasi memenuhi mereka tujuan. Analisis tersebut mengasumsikan bahwa organisasi telah secara eksplisit menyatakan tujuan bisnis, telah mengembangkan inventaris proses bisnis dan mendukung fungsi administratif dan teknis, dan telah menyelaraskan kegiatan operasional mereka dengan tujuan yang ingin mereka capai. Seperti yang diilustrasikan pada Gambar 5.2, ruang lingkup audit TI operasional dapat mencakup seluruh organisasi, satu atau lebih unit bisnis, proses organisasi, dan sistem yang mendukung proses dan struktur organisasi tersebut.

  • Certification Audit

Audit sertifikasi adalah evaluasi formal dari satu atau beberapa aspek kemampuan operasional organisasi terhadap persyaratan eksplisit yang terkait dengan standar atau metodologi yang ditetapkan secara eksternal. Mendapatkan sertifikasi memberikan dukungan eksternal bahwa organisasi memenuhi kriteria yang ditentukan untuk suatu hal standar.

  • Compliance Audit

Audit kepatuhan terdiri dari berbagai pemeriksaan yang didorong secara eksternal dan internal dari organisasi yang memenuhi persyaratan hukum atau peraturan, industri standar, persyaratan lisensi, komitmen kontrak, atau kewajiban formal lainnya.

  • IT-Specific Audit

Audit TI memiliki peran penting dalam setiap jenis audit yang dijelaskan sejauh ini bab, tetapi ada audit tambahan yang berfokus secara eksplisit pada berbagai aspek TI. Banyak audit TI dimaksudkan untuk mencapai hasil yang serupa dengan yang diharapkan jenis audit lainnya, termasuk menunjukkan kepatuhan atau mencapai sertifikasi terhadap standar tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Gantz, Stephen. 2013. The Basics of IT Audit Purposes, Processes, and Practical Information, 1st Edition, Syngress, Elsevier.

Critical Report “Metode Artificial Intelligence Sebagai Aplikasi Pengenalan Ucapan Disabilitas Tunanetra dengan Basis PC”

Dhimas El Fadjri

16117437

3KA06

Critical Report

R.M.Fiori Rainal Destian, Wisnu Broto “Metode Artificial Intelligence Sebagai Aplikasi Pengenalan Ucapan Disabilitas Tunanetra Dengan Basis PC”, Volume VI, Oktober, 2017

  1. Field Establishment :
  1. Era yang modern ini penyandang disabilitas penglihatan tidak menjadi halangan untuk mereka menuntut ilmu agar mendapatkan tujuan hidup yang lebih baik oleh karna itu, diciptakan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Speech Recognition adalah suatu proses identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan, dengan melakukan konversi sebuah sinyal akustik yang ditangkap oleh audio device. Dengan adanya Speech Recognation ini, dapat memudahkan tunanetra untuk menjalankan komputer tanpa ragu dala membuka atau menjalankan aplikasi, dengan itu suara dapat dimengerti oleh komputer.
  2. Masalah :
  • Pengoprasian komputer konvesional pada penyandang disabilitas penglihatan.

3. Solusi :

  • Melalui kecerdasan buatan pengenalan ucapan ini disabilitas tunanetra dapat dengan mudah menjalankan komputer seperti layaknya manusia normal.

4. Evaluasi :

  • Nilai linguistik yang ditangkap harus sesuai dengan permasalahan yang akan di selesaikan
  • Akurasi nilai linguistik yang didapatkan

5. Kontribusi :

  • Banyak digunakan oleh beberapa kantor yang memiliki karyawan penyandang disabilitas penglihatan.
  • Digunakan oleh pengguna komputer pribadi
  • Customer service yang menggunakan metode Speech Recognation

6. Critical Review :

  • Kelebihan

Dengan adanya Speech Recognation pada komputer pribadi dapat mempermudah pengerjaan tugas – tugas yang dilakukan oleh penyandang disabilitas penglihatan, seperti manusia normal.

  • Kekurangan

Biaya perangkat yang mahal dan akurasi dari nilai linguistik yang didaptkan terkadang tidak sesuai dengan apa yang diberikan.

Review Google Home

NAMA                       :  Dhimas El Fadjri

NPM                           :  16117437          

KELAS                      :  3KA06

MATA KULIAH      :  PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

Review Google Home

  1. Fungsi

Google Home sendiri adalah sebuah device atau gadget sebuah speaker tetapi google home bukan speaker biasa seperti pada umumnya, melainkan sebuah smart speaker yang terkoneksi dengan Google, Google Home sendiri bisa disebut sebagai asisten canggih dimana kita bisa memberi perintah .

Anda memiliki kontrol umum atas seluruh rumah Anda. Setiap tombol berfungsi sebagai kontrol untuk perangkat, layanan, atau grup perangkat dan layanan. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda bergantung pada perangkat yang diwakilinya dan status perangkat yang digunakan.

Fitur yang ditawarkan oleh google home sendiri yaitu bisa memberitahu schedule, membuat dan mengelola rutinitas, mengatur kecepatan wifi, menyalakan alarm, menyalakan lampu, play musik,  menanyakan restoran terdekat asalkan kita mengkonekkan dengan google account kita dan masih banyak lagi fitur yang ditawarkan oleh google home ini.

2. Manfaat

Google Home memiliki beberapa manfaat bagi pengguna, yaitu sebagai berikut :

  1. Pengguna tidak perlu berjalan untuk menyalakan alat elektronik yang sudah terhubung dengan google home.
  2. Memudahkan pengguna dalam mengetahui kondisi peralatan elektronik yang terhubung dengan google home.
  3. Rumah yang lebih cerdas, efisien, dan meningkatkan kemanan serta kenyamanan pengguna.
  • Cara Kerja
  • Pengguna dapat menyiapkan perangkat Google Home.
  • Kemudian pengguna dapat download Google Home app di smartphone.
  • Set up Google Home melalui apps dengan menghubungkan google account pengguna dan langsung dengan apa yang ada didalam smarthphone pengguna.
  • Setiap ingin memulai harus berkata “Hey Google” atau “Ok Google”.
  • Lalu pengguna dapat menggunakan dengan apa yang ingin diperintahkan terhadap Google Home.

3. Kelemahan

Dengan teknologi yang cukup canggih, perangkat Google Home memiliki harga yang cukup mahal. Alat – alat smarthome yang didukung oleh Google Home masih sangat terbatas.

4. Algoritma

Sumber :

Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi di Lingkungan Masyarakat.

Nama : Dhimas El Fadjri
NPM : 16117437
Kelas : 2KA06

1. Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode yang mengelola Sistem Informasi (SI) dan secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan Sistem Informasi terhadap bisnis perusahaan.

Manajemen Layanan Sistem Informasi itu berfokus pada proses dan Manajemen Layanan Sistem Informasi tersebut memiliki peminatan yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses seperti Six Sigma, ERP, dan sebagainya. Disiplin tersebut tidak memperdulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola oleh Manajemen Layanan Sistem Informasi, melainkan disiplin tersebut memfokuskan pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis Teknologi Informasi dengan pengguna Teknologi Informasi.

Manajemen Layanan Sistem Informasi itu pada umumnya menangani masalah tentang operasional manajemen sistem informasi, bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya pada proses pembuatan software komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak yang menjadi fokus perhatiannya. Banyak perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem Teknologi Informasi dan perusahaan tersebut sangat berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung oleh konsumennya.

Jadi, kesimpulan yang dapat diambil menurut saya, Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode yang memfokuskan pada konteks dan persepsi konsumen dalam layanan Sistem Informasi dan metode tersebut menangani masalah tentang karakteristik yang ada pada manajemen sistem informasi.

    2. Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi

Berikut adalah manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi bagi Lingkungan Sekitar:

  1. Menambah kecepatan akses/aksesibilitas data yang tersaji tepat waktu dan akurat bagi para pengguna Manajemen Layanan Sistem Informasi tersebut tanpa adanya suatu perantara sistem informasi.
  2. Menjamin tersedianya keterampilan dan kualitas dalam memanfaatkan sistem informasi secara baik dan benar.
  3. Mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  4. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

            Jadi, kesimpulan yang dapat diambil menurut saya, manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi dalam lingkungan sekitar adalah untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan layanan sistem informasi yang nantinya akan digunakan dalam persaingan antar bisnis suatu perusahaan.

3. Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi

Peranan manajemen layanan sistem informasi bagi lingkungan sekitar adalah sebagai berikut :

  • Mendukung Operasional Bisnis.

Manajemen layanan sistem informasi telah menyediakan dukungan dalam operasional bisnis seperti akuntansi hingga penelusuran pesanan pelanggan maupun kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan masyarakat sehari-hari.

  • Mendukung Keunggulan Strategis.

Sistem informasi yang telah dirancang sedemikian rupa dapat membantu mencapai sasaran yang dapat membantu individu bersaing dengan perusahan-perusahaan lainnya.

  • Perencanaan Strategi Perusahaan dan Kebijakan

Perencanaan Strategi Perusahaan dilakukan untuk mengetahui selera konsumen serta peluang pasar.

  • Meningkatkan Aksebilitas Data

Data dapat diakses secara cepat dan on-time dan akurat bagi para pengguna Manajemen Layanan Sistem Informasi.

  • Meningkatkan Strategi Suatu Layanan Secara Global dan Menyeluruh

Meningkatkan strategi mampu meningkatkan persaingan bisnis secara global serta melakukan pengelolaan dan pengawasan pasar.

  • Meningkatkan Efisiensi Kerja

Manajemen layanan sistem informasi berguna untuk mengolah berbagai macam transaksi, menekan biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

  • Meningkatkan Daya Saing Bisnis

Semakin meningkatnya suatu persaingan, manajemen layanan sistem informasi membantu sebuah perusahaan untuk bersaing di pasar bebas karena manfaatnya bagi perusahaan itu sendiri.

           

Yang di maksud dengan Peranan Manajemen Layanan Sitem Informasi adalah sistem peranan dalam suatu perencanaan manajemen layanan sistem informasi yang meliputi berbagai akses seperti bussines , manusia , teknologi serta perkembangan – perkembangan layanan informasi dalam masyarakat.Layanan sistem informasi juga sangat penting dalam menunjang bussines dalam kantor seperti saat dalam rapat, dan manajemen juga mengelola peranan penting dalam suatu pengerjaan di perkatoran , serta di berbagai instansi lainya dan manajemen layanan sistem informasi juga berperan penting dalam perkembangan sistem – sistem lainnya.

source :
http://pahleviramadhan98.blogspot.com/2017/03/pengertian-manfaat-dan-peranan.html?m=1
https://shavirapv.wordpress.com/2017/03/19/pengertian-manfaat-dan-peranan-manajemen-layanan-sistem-informasi-bagi-lingkungan-sekitar/

           

Array with Windows Form Application Visual Studio 2008

Code

My Form1.h

#pragma once


namespace test123 {

	using namespace System;
	using namespace System::ComponentModel;
	using namespace System::Collections;
	using namespace System::Windows::Forms;
	using namespace System::Data;
	using namespace System::Drawing;

	/// <summary>
	/// Summary for Form1
	///
	/// WARNING: If you change the name of this class, you will need to change the
	///          'Resource File Name' property for the managed resource compiler tool
	///          associated with all .resx files this class depends on.  Otherwise,
	///          the designers will not be able to interact properly with localized
	///          resources associated with this form.
	/// </summary>
	public ref class Form1 : public System::Windows::Forms::Form
	{
	public:
		Form1(void)
		{
			InitializeComponent();
			//
			//TODO: Add the constructor code here
			//
		}

	protected:
		/// <summary>
		/// Clean up any resources being used.
		/// </summary>
		~Form1()
		{
			if (components)
			{
				delete components;
			}
		}
	private: System::Windows::Forms::ComboBox^  comboBox1;
	private: System::Windows::Forms::DataGridView^  database;
	protected: 

	private: System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn^  Column1;
	private: System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn^  Column2;
	private: System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn^  Column3;
	private: System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn^  Column4;

	private:
		/// <summary>
		/// Required designer variable.
		/// </summary>
		System::ComponentModel::Container ^components;

#pragma region Windows Form Designer generated code
		/// <summary>
		/// Required method for Designer support - do not modify
		/// the contents of this method with the code editor.
		/// </summary>
		void InitializeComponent(void)
		{
			this->comboBox1 = (gcnew System::Windows::Forms::ComboBox());
			this->database = (gcnew System::Windows::Forms::DataGridView());
			this->Column1 = (gcnew System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn());
			this->Column2 = (gcnew System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn());
			this->Column3 = (gcnew System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn());
			this->Column4 = (gcnew System::Windows::Forms::DataGridViewTextBoxColumn());
			(cli::safe_cast<System::ComponentModel::ISupportInitialize^  >(this->database))->BeginInit();
			this->SuspendLayout();
			// 
			// comboBox1
			// 
			this->comboBox1->FormattingEnabled = true;
			this->comboBox1->Location = System::Drawing::Point(34, 49);
			this->comboBox1->Name = L"comboBox1";
			this->comboBox1->Size = System::Drawing::Size(190, 21);
			this->comboBox1->TabIndex = 0;
			// 
			// database
			// 
			this->database->ColumnHeadersHeightSizeMode = System::Windows::Forms::DataGridViewColumnHeadersHeightSizeMode::AutoSize;
			this->database->Columns->AddRange(gcnew cli::array< System::Windows::Forms::DataGridViewColumn^  >(4) {this->Column1, this->Column2, 
				this->Column3, this->Column4});
			this->database->Location = System::Drawing::Point(34, 76);
			this->database->Name = L"database";
			this->database->Size = System::Drawing::Size(443, 145);
			this->database->TabIndex = 1;
			// 
			// Column1
			// 
			this->Column1->HeaderText = L"No";
			this->Column1->Name = L"Column1";
			// 
			// Column2
			// 
			this->Column2->HeaderText = L"Nama";
			this->Column2->Name = L"Column2";
			// 
			// Column3
			// 
			this->Column3->HeaderText = L"NPM";
			this->Column3->Name = L"Column3";
			// 
			// Column4
			// 
			this->Column4->HeaderText = L"Kelas";
			this->Column4->Name = L"Column4";
			// 
			// Form1
			// 
			this->AutoScaleDimensions = System::Drawing::SizeF(6, 13);
			this->AutoScaleMode = System::Windows::Forms::AutoScaleMode::Font;
			this->ClientSize = System::Drawing::Size(545, 262);
			this->Controls->Add(this->database);
			this->Controls->Add(this->comboBox1);
			this->Name = L"Form1";
			this->Text = L"Form1";
			this->Load += gcnew System::EventHandler(this, &Form1::Form1_Load);
			(cli::safe_cast<System::ComponentModel::ISupportInitialize^  >(this->database))->EndInit();
			this->ResumeLayout(false);

		}
		int n;
#pragma endregion
	private: System::Void Form1_Load(System::Object^  sender, System::EventArgs^  e) 
			 { 
				 array<String^,2>^data;
				 data = gcnew array<String^,2>{{"Dhimas El F","16117437","2KA06"},{"Ariel Khoiri","13117437","2KA18"},{"Ragil Dwi","16117347","2KA05"},{"Abdan Ahkam","13117643","2KA05"}};
				 for (n = 0 ; n < 4 ; n++)
				 {
					 database->Rows->Add();
					 database->Rows[n]->Cells[0]->Value = Convert::ToString(n+1);
					 database->Rows[n]->Cells[1]->Value = data[n,0];
					 database->Rows[n]->Cells[2]->Value = data[n,1];
					 database->Rows[n]->Cells[3]->Value = data[n,2];
					 comboBox1->Items->Add(data[n,0] + "|" + data[n,1]);
				 }
			 }
};
}


test123.cpp

// test123.cpp : main project file.

#include "stdafx.h"
#include "Form1.h"

using namespace test123;

[STAThreadAttribute]
int main(array<System::String ^> ^args)
{
	// Enabling Windows XP visual effects before any controls are created
	Application::EnableVisualStyles();
	Application::SetCompatibleTextRenderingDefault(false); 

	// Create the main window and run it
	Application::Run(gcnew Form1());
	return 0;
}

Output

Manajemen Layanan Sistem Informasi.

Nama : Dhimas El Fadjri
Kelas : 2KA06
NPM : 16117437

Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem informasi(SI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan SI terhadap bisnis perusahaan.

Manajemen Layanan Sistem Informasi berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti Six Sigma, ERP, dsb) Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

Manajemen Layanan Sistem Informasi umumnya menangani masalah operasional manajemen sistem informasi dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan software komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi

  1. Total Quality Management (TQM)
    TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
  2. Six Sigma
    Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.
  3. Business Process Management (BPM)
    BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
  4. Capability Maturity Model Integration (CMMI)
    CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem InformasiInformation Technology Infrastructure Library (ITIL)
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

Control Objectives for Information and Related Technology(COBIT)
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat olehInformation Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

Software Maintenance Maturity Model

PRM-IT IBM’s Process Reference Model for IT

Application Services Library (ASL)
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.Business Information Services Library (BISL)
BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)

Microsoft Operations Framework (MOF). Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.

eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) daneSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management
eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :

  • Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
  • Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
  • Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing

C++ Microsoft Visual Studio

MyForm1.h

#pragma once
namespace Project12 {
using namespace System;
using namespace System::ComponentModel;
using namespace System::Collections;
using namespace System::Windows::Forms;
using namespace System::Data;
using namespace System::Drawing;

/// <summary>
/// Summary for MyForm
/// </summary>
public ref class MyForm : public
System::Windows::Forms::Form
{
public:
MyForm(void)
{
InitializeComponent();
//
//TODO: Add the constructor code here //
}
protected:
/// <summary>
/// Clean up any resources being used.
/// </summary>
~MyForm()
{
if (components)
{
delete components;
}
}
private: System::Windows::Forms::ComboBox^  comboBox1;
protected: private: System::Windows::Forms::TextBox^  textBox1;
private: System::Windows::Forms::Button^  button1;
private: System::Windows::Forms::TextBox^  textBox2;

private:
/// <summary>
/// Required designer variable.
/// </summary>
System::ComponentModel::Container ^components;
#pragma region Windows Form Designer generated code
/// <summary>
/// Required method for Designer support – do not modify
/// the contents of this method with the code editor.
/// </summary>
void InitializeComponent(void)
{
this->comboBox1 = (gcnew System::Windows::Forms::ComboBox());
this->textBox1 = (gcnew System::Windows::Forms::TextBox());
this->button1 = (gcnew System::Windows::Forms::Button());
this->textBox2 = (gcnew System::Windows::Forms::TextBox());
this->SuspendLayout();
// 
// comboBox1
// 
this->comboBox1->FormattingEnabled = true;
this->comboBox1->Items->AddRange(gcnew cli::array< System::Object^  >(2) { L”Fibonacci”, L”Ganjil Genap” });
this->comboBox1->Location = System::Drawing::Point(14, 15);
this->comboBox1->Margin = System::Windows::Forms::Padding(3, 4, 3, 4);
this->comboBox1->Name = L”comboBox1″;
this->comboBox1->Size = System::Drawing::Size(175, 28);
this->comboBox1->TabIndex = 0;
this->comboBox1->SelectedIndexChanged += gcnew System::EventHandler(this, &MyForm::comboBox1_SelectedIndexChanged);
// 
// textBox1
// 
this->textBox1->Location = System::Drawing::Point(266, 18);
this->textBox1->Margin = System::Windows::Forms::Padding(3, 4, 3, 4);
this->textBox1->Name = L”textBox1″; this->textBox1->Size = System::Drawing::Size(201, 26);
this->textBox1->TabIndex = 1;
// 
// button1
// 
this->button1->Location = System::Drawing::Point(24, 70);
this->button1->Margin = System::Windows::Forms::Padding(3, 4, 3, 4);
this->button1->Name = L”button1″;
this->button1->Size = System::Drawing::Size(443, 41);
this->button1->TabIndex = 2;
this->button1->Text = L”jawab”;
this->button1->UseVisualStyleBackColor = true;
this->button1->Click += gcnew System::EventHandler(this, &MyForm::button1_Click); // 
// textBox2
// 
this->textBox2->Location = System::Drawing::Point(34, 154);
this->textBox2->Margin = System::Windows::Forms::Padding(3, 4, 3, 4);
this->textBox2->Multiline = true;
this->textBox2->Name = L”textBox2″;
this->textBox2->Size = System::Drawing::Size(494, 215);
this->textBox2->TabIndex = 3;
// 
// MyForm
// 
this->AutoScaleDimensions = System::Drawing::SizeF(9, 20);
this->AutoScaleMode = System::Windows::Forms::AutoScaleMode::Font;
this->ClientSize = System::Drawing::Size(542, 385);
this->Controls->Add(this->textBox2);
this->Controls->Add(this->button1);
this->Controls->Add(this->textBox1);
this->Controls->Add(this->comboBox1);
this->Margin = System::Windows::Forms::Padding(3, 4, 3, 4);
this->Name = L”MyForm”;
this->Text = L”Dhimasel”;
this->ResumeLayout(false);
this->PerformLayout();
}
#pragma endregion
private: System::Void comboBox1_SelectedIndexChanged(System::Object^  sender, System::EventArgs^  e)
{
}
private: System::Void button1_Click(System::Object^  sender, System::EventArgs^  e) {
textBox2->Text = “”; if (comboBox1->Text == “Ganjil Genap”)
{
int batas, hasil; batas = System::Convert::ToInt32(textBox1->Text);
for (Int32 i = 0; i <= batas; i++) { if (i % 2 == 0)
{
textBox2->Text += System::Convert::ToString(i) + ” Genap \r\n”;
}
else { textBox2->Text += System::Convert::ToString(i) + ” Ganjil \r\n”;
}
}
}
else { int n, t1 = 0, t2 = 1, nextTerm = 0; n = System::Convert::ToInt32(textBox1->Text); for (int i = 1; i <= n; ++i)
{
// Prints the first two terms. if (i == 1)
{
textBox2->Text += ” ” + System::Convert::ToString(t1);
}
if (i == 2)
{
textBox2->Text += System::Convert::ToString(t2) + ” “;
}
nextTerm = t1 + t2; t1 = t2; t2 = nextTerm;
textBox2->Text += System::Convert::ToString(nextTerm) + ” “;
}

}
}
};
}

MyForm.cpp

#include “MyForm1.h”
using namespace
Project12;
int main()
{
Application::Run(gcnew MyForm());
return 0;
}